{"fatawa":{"id":9738,"title":"Kapan Seorang Laki-laki Diwajibkan Menikah ?","slug":"kapan-seorang-laki-laki-diwajibkan-menikah","order":"","question":"<p>Apakah bagi semua orang laki-laki diwajibkan menikah ?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Hukum menikah bagi orang      laki-laki berbeda satu sama lain, sesuai dengan kondisi dan keadaan      masing-masing. Maka wajib hukumnya bagi seorang laki-laki yang mampu, ia      juga menginginkannya dan hawatir akan terjerumus kepada zina; karena menjaga      kesucian diri dari yang diharamkan adalah wajib, dan tidak sempurna      penjagaan tersebut kecuali dengan nikah.<\/p>\r\n<p>Al Qurtubi berkata: &ldquo;Seorang      yang mampu dan hawatir terhadap dirinya dan agamanya untuk menjaga      keperjakaannya, kehawatiran tersebut tidak bisa dihilangkan kecuali dengan      menikah dan tidak ada perbedaan akan wajibnya menikah baginya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Al Mawardi &ndash;rahimahullah-      berkata dalam kitabnya &ldquo;al Inshaf&rdquo;: &ldquo;Bagian ketiga: Barang siapa yang      hawatir akan terjerumus pada perzinaan, maka pernikahan baginya adalah      wajib. Dalam hal ini satu pendapat tidak ada perbedaan. &ldquo;Al &lsquo;anat&rdquo; adalah      zina, atau kehancuran dengan zina. Kedua: Maksud dari perkataannya:      &ldquo;&hellip;kecuali jika ia takut pada dirinya akan terjerumus kepada yang      diharamkan&rdquo;, jika ia mengetahui atau mengira akan terjadinya hal tersebut.      Ia berkata dalam &ldquo;al Furu&rsquo;&rdquo;: &ldquo;&hellip;Maka diwajibkan (menikah) jika ia mengetahui      bahwa dirinya akan terjerumus saja&rdquo;. (Al Inshaf: jilid 8, pasal nikah\/hukum      nikah)<\/p>\r\n<p>Namun jika ia ingin menikah      tapi tidak mampu memberi nafkah, maka berlaku baginya firman Allah &ndash;ta&rsquo;ala-:<\/p>\r\n<p>\u0648\u0644\u064a\u0633\u062a\u0639\u0641\u0641      \u0627\u0644\u0630\u064a\u0646 \u0644\u0627 \u064a\u062c\u062f\u0648\u0646 \u0646\u0643\u0627\u062d\u0627 \u062d\u062a\u0649 \u064a\u063a\u0646\u064a\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0645\u0646 \u0641\u0636\u0644\u0647<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dan orang-orang yang tidak      mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan      mereka dengan karunia-Nya&rdquo;. (QS. An Nuur: 33)<\/p>\r\n<p>Dan hendaklah memperbanyak      puasa, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al jama&rsquo;ah dari Ibnu Mas&rsquo;ud      &ndash;radhiyallahu &lsquo;anhu- bahwa Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-      bersabda:<\/p>\r\n<p>\" \u064a\u0627 \u0645\u0639\u0634\u0631      \u0627\u0644\u0634\u0628\u0627\u0628 \u060c \u0645\u0646 \u0627\u0633\u062a\u0637\u0627\u0639 \u0645\u0646\u0643\u0645 \u0627\u0644\u0628\u0627\u0621\u0629 \u0641\u0644\u064a\u062a\u0632\u0648\u062c \u060c \u0641\u0625\u0646\u0647 \u0623\u063a\u0636 \u0644\u0644\u0628\u0635\u0631 \u060c \u0648\u0623\u062d\u0635\u0646 \u0644\u0644\u0641\u0631\u062c \u060c \u0648\u0645\u0646      \u0644\u0645 \u064a\u0633\u062a\u0637\u0639 \u0641\u0639\u0644\u064a\u0647 \u0628\u0627\u0644\u0635\u0648\u0645 \u060c \u0641\u0625\u0646\u0647 \u0644\u0647 \u0648\u062c\u0627\u0621\"<\/p>\r\n<p>&ldquo;Wahai para pemuda, barang      siapa di antara kalian yang mampu maka menikahlah, karena akan lebih      menundukkan pandangan, dan lebih mampu menjaga kemaluan. Dan barang siapa      yang merasa tidak mampu maka berpuasalah, karena puasa bisa memecah      syahwat&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Umar berkata kepada Abu      Zawaid: &ldquo;Sesungguhnya yang menghalangimu dari menikah adalah      ketidakberdayaan dan kedzaliman&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Dalam Fiqh Sunnah: 2\/15-18      disebutkan:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Kewajiban menikah juga      termasuk kepada pelaku maksiat, meskipun hanya melihat, mencium. Dan jika      tidak menikah baik laki-laki maupun perempuan yang mengetahui atau      berpotensi besar kalau tidak menikah akan terjerumus pada perzinaan atau      yang hukumnya setara dengannya atau mendekati hukum perzinaan, seperti      onani, maka ia wajib menikah, dan tidak gugur kewajiban nikah tersebut bagi      seseorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak akan terjerumus kepada yang      diharamkan, karena dengan menikah akan mengurangi kemaksiatan dan disibukkan      dari yang diharamkan, hal ini berbeda jika ia tetap membujang maka ia      cenderung bebas melakukan kemaksiatan pada setiap keadaan&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Seseorang yang memperhatikan      pada masa kita saat ini dengan berbagai macam wujud kemaksiatan dan berbagai      macam godaan, menandakan bahwa kewajiban menikah di masa kita saat ini harus      lebih ditekankan dan lebih dikuatkan dari masa-masa sebelumnya. Semoga Allah      mensucikan hati kita semua, dan menjauhkan antara kita dengan yang      diharamkan, dan memberikan kepada &ldquo;iffah&rdquo; (mempertahankan kesucian diri).      Semoga shalawat dan salam terhaturan kepada Nabi Muhammad      .<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Syeikh Muhammad Shaleh al Munajjid<\/div>","status":1,"created_at":"2015-03-06T21:51:58.000000Z","updated_at":"2015-03-06T21:51:58.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":37,"parent_id":9734,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0623\u062d\u0643\u0627\u0645 \u0627\u0644\u0646\u0643\u0627\u062d","category_slug":"","get_date":"2015-03-06"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/9738"}